Anda setuju dengan Blog ini ? Kalau ya, silahkan Klik !

Sabtu, 10 Desember 2011

Gerhana Bulan Total tadi malam, 10-12-2011

Tadi malam, Sabtu (10/12), umat manusia kembali menyaksikan keajaiban alam berupa gerhana bulan. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gerhana bulan total berlangsung selama 58 menit 8 detik antara 21:05 hingga 22:03 WIB.

Siaran pers BMKG menyebutkan tahun ini sebenarnya terjadi enam kali gerhana bulan, yaitu 4 Januari, 1 Juni, 16 Juni, 1 Juli, 25 November, dan 10 Desember.

Fenomena gerhana bulan itu tidak sepenuhnya bisa dilihat di wilayah Indonesia, karena hanya 2 gerhana bulan yang melintasi wilayah Tanah Air, yaitu gerhana bulan 16 Juni dan 10 Desember.

Gerhana bulan terjadi akibat Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu posisi garis berurutan. Sementara posisi bulan kebiasaannya tidak berada pada garis benar sejajar berurutan dengan Bumi serta Matahari. Kondisi demikian dapat terjadi gerhana Bulan total ataupun gerhana Bulan separuh seperti pada Juni 2011 lalu dengan kurun waktu berbeda.

Menyikapi gerhana bulan total ini, takbir berkumandang di sejumlah tempat. Seperti yang disuarakan sedikitnya 150 jamaah di lingkungan kelurahan Kertajaya melaksanakan salat sunnat gerhana bulan. Salat dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah Kompleks Pontren Miftahulhuda Al-Musri' Kelurahan Kertajaya kecamatan Ciranjang, dari pukul 20.00 WIB sampai 21-00 WIB.

Pelaksanaan ibadah salat sunnat gerhana bulan yang diimami langsung oleh Sesepuh Almusri', KH. Mamal M Murtadlo dengan  dua rakaat dan empat rukuk itu berjalan lancar dan tertib tanpa hambatan, Dilanjutkan pada khutbah Gerhana oleh Ketua Dewan Kiai, KH. Saiful 'Uyun. “Sebenarnya hukum melaksanakan ibadah salat gerhana bulan adalah Sunnat. Artinya, alangkah  lebih baik dikerjakan dan tidak dikerjakan tidak ada apa-apa. Akan tetapi,  penomena alam ini mengingatkan kita untuk selalu beristighfar, memohon ampun dari keagungan sang pencipta Allah SWT,” bilang Salah seorang Dewan Kyai, tadi malam.

Kegunaan dari melaksanakan salat gerhana bulan hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT selaku hambanya dengan beribadah dan berdzikir.

“Berdzikir dan beribadah tadi yang telah kami lakukan tadi bersama-sama di Pondok Pesantren. Tapi, salat gerhana bulan juga bisa dilaksanakan dengan tidak berjamaah,” Ungkapnya lagi. 

Adapun tata cara salat gerhana dilaksanakan dengan berjamaah dengan dua rakkat dan empat rukuk itu yakni  sesudah takbiratul ihram dan membaca iftitah. Lalu,  imam membaca Al Fatihah dan surah atau ayat yang panjang.
Kemudian rukuk, bangkit dari rukuk, lalu imam membaca lagi surah yang panjang tapi lebih pendek dari yang pertama. Lalu rukuk kembali, bangkit kemudian sujud. Hal yang sama dilakukan di rakaat kedua.

Hal melaksanakan salat gerhana bulan tadi  dikerjakan sesuai hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT. Maka jika melihat gerhana itu, dianjurkan untuk salat berdoa sampai selesai gerhana.(Apakayank).

Simulasi Peristiwa Penomena Gerhana Bulan Total, dilihat dari kawasan Cianjur :



























 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar