Anda setuju dengan Blog ini ? Kalau ya, silahkan Klik !

Kamis, 09 Februari 2012

HISAB AWAL BULAN SISTEM NURUL ANWAR*



Hamsilia 1.2  merupakan koreksi dari Muhammad Wasill dalam risalahnya "Ulasan Kitab Nurul Anwar, Khulashotul Wafiyah dan Badi'atul Mitsal". Dengan data tahun sampai tahun 1890 H.


II. PROSES PERHITUNGAN AWAL BULAN
Secara garis besar, Nurul Anwar melakukan hisab hakiki awal bulan dengan langkah-langkah sbb:
1.       Menentukan posisi rata-rata Matahari dan bulan, yakni untuk wasat Matahari, Khoshoh Matahari, Wasat bulan, Khosoh bulan, dan uqdah bulan pada waktu terbenam matahari (Ghurub menurut waktu Istiwa’) untuk suatu tempat menjelang awal bulan qamariyah.
2.       Menghitung Thul Matahari dan Thul bulan.
3.       Menentukan waktu terjadinya Ijtima’ (Konjungsi)
4.       Menghitung Irtifa’ (Ketinggian) hilal.
5.       Menghitung arah terbenam matahari dan bulan
6.       Menghitung Simtul Irtifa’ (arah hilal ketika mataharai terbenam)
7.       Menghitung Muksul Hilal (Lama hilal diatas ufuk)
8.       Menghitung Nurul Hilal (Lebar Cahaya Hilal)
Keterangan selengkapnya mengenai langkah-langkah diatas sebagai berikut:


1.       Menentukan Posisi rata-rata Matahari dan Bulan
Langkah-langkahnya sbb:
1.       Menentukan awal bulan (qomariyah) apa dan tahun (Hijriyah) berapa yang akan dihitung, serta menentukan untuk lokasi mana. Kemudian dilacak data lokasi yang ybs, yakni lintang tempat (LT) dan bujur tempat (BT) nya.
2.       Menghitung matahari terbenam (Gurub) untuk lokasi ybs menurut waktu istiwa’ pada hari yang ke 29 menjelang bulan ybs (kita bisa menggunakan jadwal waktu solat).
3.       Mengambil data wasat Matahari, Khoshoh Matahari, Wasat bulan, Khosoh bulan, dan uqdah bulan dari data yang tersedia untuk tahun Tam (1 tahun yang lewat), bulan qoblal Tam (2 bulan yang lewat), hari ke 29 (kadang 28 atau 30), jam dan menit (waktu ghurub matahari) kemudian data tersebut dijumlahkan.
Hasil penjumlahan adalah posisi rata-rata Matahari dan Bulan pada waktu gurub matahari untuk Jepara (BT = 110 040′). Sehingga apabila dikehendaki perhitungan untuk selain Jepara maka harus dilakukan koreksi terhadap data posisi matahari dan bulan senilai selisih waktu antar jepara dan lokasi yang dikehendaki itu / Fadlu Tulaini (SFT) yakni (110 040′ – BT) / 15 ). Dengan catatan utuk lokasi disebelah barat Jepara ditambahkan, sedangkan untuk lokasi ditimurnya dikurangkan.
4.                   Mengambil Daqa’iqut Tafawut (DT = perata waktu ) dari daftar berdasarkan hasil penjumlahan wasat matahari setelah dikoreksi SFT. Perhatikan tanda positif (=) dan negatifnya (-).
5.       Menghitung gerak matahari dan bulan selama waktu DT tersebut.
6.       Gerak matahari dan bulan selama wanktu DT tersebut untuk mengoreksi (menambah atau mengurangi) hasil penjumlahan diatas menurut tanda yang ada pada DT yakni tanda = adalah tambah dan tanda – adalah kurang.
7.       Hasil koreksian inilah yang merupakan posisi rata-rata matahari dan bulan, yakni wasat Matahari (WS), Khoshoh Matahari (KM), Wasat bulan (WB), Khosoh bulan (KB), dan uqdah bulan (UB) pada waktu gurub matahari untuk lokasi yang telah ditentukan tadi,
2.       Menghitung Thul matahari (TM) dan Thul Bulan (TB)
Langkah-langkahnya sbb:
1.       Mengambil beberapa koreksi atau Ta’dil, yaitu :
1.       Ta’dil Matahari (Td. Mt)
2.       Ta’dil pertama bulan (T1)
3.       Ta’dil Khoshoh Bulan3 (T. Khos3)
4.       Ta’dil Uqdah Bulan (T. uqd.)
5.       Sabak Matahari (sbk. Mt)
Diambil dari daftar berdasarkan B0 atau khoshoh Matahari (KM)
2.                   Menghitung Thul Matahari (TM) dengan rumus :
3.       TM = WM +/- Td.Mt
4.       Mengambil Ta’dil kedua bulan (T2)dan sabak bulan kedua (Sbk 2) dari daftar berdasarkan dalil Tsani yang diperoleh dari 2 (WB-TM) – KB
5.       Mengambil Ta’dil ketiga Bulan (T3) dan sabak pertama (Sbk.1) dari daftar berdasarkan KB3‘ (D3)
6.       KB3‘ = Kb + T1 + T2 + T. KHos
7.       Menghitung wast bulan Muaddal (WB’) dengan rumus :
8.       WB’ = WB + T1 + T2 + T3
9.       Mengambil Ta’dil keempat bulan (T4) dan sabak ketiga bulan (sbk3) dari daftar berdasarkan dalil Robi’ yang diperoleh dengan cara WB’ – TM
10.    Mengambil Ta’dil kelima Bulan (T5) dari daftar berdasarkan dalil Khomis atau Hishotul Ardl (HU), HU di hitung dengan rumus :
HU = WB + T4 + UB + T. Uqd
11.           Menghitung Thul Bulan (TB) dengan rumus :
TB = WB ‘ + WB’ + T4 + T5
3.               Menentukan Saat Terjadinya Ijtima’
Langkah-langkahnya sbb:
1.       Menghitung Bu’dun Nayyirain (BN) dengan rumus :
BN = TB – TM
2.               Menghitung sabak bulan (SB)dengan rumus :
3.       SB = (Sbk1 + Sbk2 + Sbk3)
4.       Menghitung titik Ijtima’ (T Ijt) dengan rumus :
5.       T ijt = BN / SB
6.       Menghitung waktu ijtima’ (Ijtima’) dengan rumus :
Ijtima’ = Gurub + 12 – T Ijt = = > (Waktu Istiwa’)
Hasil ijtima’ ini dengan menggunakan waktu istiwa’ yakni menggunakan waktu matahari hakiki. Sehingga apabila dikehendaki dengan WIB (misalnya) maka harus dilakukakan koreksi dengan DT (Daqoi’iqut Ta’dil) dan interpolasi waktu WIB yakni (BT – 105) : 15
IJTIMA’ = Ijtima’ + DT – Interpolasi Waktu = = > (Zone Time), atau yang lebih ringkasnya: Saat Magrib WIB – T Ijt.

D. Menghitung Irtifa’ul Hilal
Maksudnya Irtifa’ul Hilal pada saat Magrib paska Ijtima’. Sebelum kita menentukan Irtifa’ ini terlebih dahulu kita harus
mengolah data Matahari dan bulan karena dalam perhitungan irtifa’ul hilal kita membutuhkan data tersebut

Contoh mengetahui Irtifa`ul Hilal pada akhir Ramadlon 1433 H.
Thul Matahari (TM) = 145° 53' 13.0058333333591"
Thul Bulan (TB) = 155° 52' 35.4977242706855"
Dalil Khomis (HU) = 275° 6' 6.14235498552716"
Lintang Tempat Cianjur (LT) = 6° 50' 0"  Selatan
Pengolahan Data Matahari
1.       Mail Awal Matahari (MM)
sin MM = sin (sin TM x sin 23° 26’40″) = 12° 53' 34.7318643151195" arah Utara (mengikuti TM)
2.                   Nisfu Qausin Nahar Matahari (NQNM)
Perselisihan Arah : Cos NQNM = tan LT x tan MM – sec LT x sec MM x sin 1013′ ( Daqoiq Tamkiniyah )
Cocok : Cos NQNM = -(tan LT x tan MM + sec LT x sec MM x sin 10 13′)
NQNM = 89° 41' 7.25144304586479"
3.                   Qausul Baqi Matahari (QBM)
Sin QBM = cos TM / cos MM = 58° 8' 26.1227576905623"
4.               Matholiul Falaqiyah Matahari (MFM)
Jika TM = 00° – 90° Maka ( 180° –QBM ) =  °  '  "
Jika TM = 900 – 1800 Maka ( 1800 + QBM) = 238° 8' 26.1227576905367"
Jika TM = 1800 – 2700 Maka (3600 – QBM) =  °  '  "
Jika TM = 2700 – 3600 Maka ( Tetap ) =  °  '  "
5.                   Matholiul Ghurub Matahari (MGM)
MGM = MFM + NQNM = 327° 49' 33.3742007364526"
6.                   Mail Bulan 2 (MB2)
Tan MB2 = sin TB x tan 23° 26′ 40″ = 10° 3' 2.35905636525729" arah Utara (mengikuti TB)
7.                   Ardul Bulan Juz`I (ABJ)
Sin ABJ = sin HU x sin 50 = 4° 58' 48.5110344632949" arah Selatan (Mengikuti HU/Dalil Khomis)
8.                   Ardul Bulan Mu`addal (ABM)
1.       Bila Arahnya cocok, ABM = ABJ + MB2
2.       Bila selisih bilangan yg besar dikurangi yg kecil (Arahnya mengikuti yg lebih Besar)
ABM = 5° 4' 13.8480219019622" arah Utara
9.                   Bu`dul Qomar 1 (BQ1)
Sin BQ1 = cos 230 26′ 40″ x sin ABM / cos MB2 Arahnya Mengikuti ABM
BQ1 = 4° 43' 24.9963600714472" arah Utara (Mengikuti ABM)
10.                Nisfu Qausin Nahar Bulan (NQNB)
Perselisihan Arah : cos NQNB = tan LT x tan BQ1 – sec LT x sec BQ1 x sin 10 13′
Sesuai Arah : -cos NQNB = tan LT x tan BQ1 + sec LT x sec BQ1 x sin 10 13′
NQNB = 90° 39' 43.7036985041891"
11.                Mail Bulan 1 (MB1)
Sin MB1 = sin TB x sin 230 26′ 40″ = 9° 21' 29.6935563967169" arah Utara (Mengikuti TB)
12.                Bu`dul Qomar 2 (BQ2)
BQ2 = ( MB1 + BQ1 ) /2 = 7° 2' 27.3449582340805" arah Utara (Mengikuti TB)
13.                Qausul Baqi Bulan (QBB)
Sin QBB = cos TB / cos BQ2 = 66° 52' 4.50973831644205"
14.                Matholiul Falakiyah Bulan (MFB)
Jika TB = 000 – 900 Maka ( 1800 – QBB )  °  '  "
Jika TB = 900 – 1800 Maka ( 1800 + QBB) = 246° 52' 4.50973831644205"
Jika TB = 1800 – 2700 Maka (3600 – QBB)  °  '  "
Jika TB = 2700 – 3600 Maka ( Tetap )  °  '  "
15.                Matholiul Ghurub Bulan (MGB)
MGB = MFB + NQNB = 337° 31' 48.2134368207335".    Hilal di atas ufuq
Jika MGB lebih Kecil Dari MGM maka bulan di bawah Ufuq
16.                Qausul Muksi (QM)
QM = MGB – MGM = 9° 42' 14.8392360842809"
17.                Fadlul Dair (FD)
Fd = NQNB – QM = 80° 57' 28.8644624199083"
18.                Irtifa` Bulan (IB)
Jika selisih : sin IB = sin LT x sin BQ1 – cos LT x cos BQ1 x cos FD =  8° 22' 43.0000757481554"
Jika cocok : sin IB = sin LT x sin BQ1 + cos LT x cos BQ1 x cos FD =   °  '  "

19.                Muksul Hilal (MH)
MH = ( QM + IB ) /2 x 00 4′ = 0° 36' 9.9279879107209"
20.                Saat Maghrib Matahari (SMM)
Sin SMM = sin MM / cos LT = 12° 59' 12.5841176176527" arah Utara (mengikuti MM)
21.                Simtul Irtifa` Bulan (SIB)
Cos SIB = sin FD x cos BQ1 / cos IB = 5° 49' 28.4241114666214" arah Utara (mengikuti BQ1)

Keterangan : SIB Utara / Selatan
1.       Arahnya mengikuti LT, bila BQ1 arahnya sama dengan arahnya LT, dan IB bilangannya lebih kecil dari SIB
2.       Arahnya Tepat di Barat, bila bilangan IB sama dengan SIB
3.       Arahnya mengikuti arahnya BQ1, bila selain keterangan 1 + 2
22.    Al – Mahfud (M”)
M” = SIB – SMM, atau SMM-SIB ( yg kecil dikurangi yg Besar,) = 7° 9' 44.1600061510313"
23.                Miring Bulan Terbit (MBT)
MBT= SMM-SIB (sama arah, yg besar dikurangi yg kecil) = 7° 9' 44.1600061510313"
1.       Hilal terlentang :
   a. bila SIB dan SMM cocok arah dan bilangannya.
   b. bila MBT tidak sampai 10
2.                   Hilal Miring
    1.       Berlawanan dengan arahnya MM, jika SIB dan SMM cocok arahnya dan SMM bilangannya lebih besar.
    2.       Mengikuti arahnya MM, jika tidak sama dengan keterangan a.
3.       Hilal tegak lurus : bila IB kurang dari 2/3 SMM. diketahui bahwa 2/3 dari SMM = 8.65788594770697 , berarti IB kurang
MBT =    miring ke Utara
24.                Bu`dul Mutlaq (BQ)
BQ = TB – TM = +9° 59' 22.4918909373264"
25.                Cahaya Bulan (CB)
CB = BQ x 00 4′ + ABJ yang Munhathon = 0° 44' 56.3079886243736"

KESIMPULAN :
Awal bulan Syawal 1433 H : Ahad , Kliwon ,  tanggal 19 Agustus 2012 M
Ijtima’ : pada    malam Sabtu, tanggal : 17 Agustus 2012 M
Waktu Ijtima` : 23:0:52.67 WIS / 22:56:5.36 WIB
Azimut Matahari : 12° 59' 12.58" ,  Utara titik Barat
Kedudukan Hilal : 7° 9' 44.16" ,  Utara titik Barat
Arah hilal : di Utara
Kemiringan : miring ke Utara
Tinggi Hilal :  8° 22' 43"
Lama Hilal : 0° 36' 9.93"  menit
Cahaya Hilal : 0° 44' 56.31"  jari, atau 1.87 cm
Markaz Kitab : Jepara, 6o36′ LS / 110o40′ BT
Markaz Garapan : Cianjur,  6° 50' 0" LS /  107° 8' 0" BT

www.falak-astronomi.blogspot.com





































































































2. Download NurulAnwar7.1; Aplikasi Falak Hisab metode Kitab Nurul Anwar menggunakan MS Eexcell.




http://www.ziddu.com/download/18375351/halamanNurulAnwar.xlsx.html


Demikianlah langkah-langkah hisab awal bulan Hijriyah dengan menggunakan kitab, Nurul Anwar semoga bermanfaat, amin.

تمت هذه الرسالة بعون الله تعالى وتوفيقه فى شهر رجب 1431 هـ ، وقد كتبتها عاجلا في مدة يسيرة، والمرجوّ ممن إطلع فيها على هفوة صغيرة اوكبيرة، أن يصلحها. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم ، والحمد لله رب العالمين.
المفتقر إلى فيض المنان
محمد رشدي بن عبد الغنى
وينوغان - باسروان

2. Download Hamsilia1.1; Aplikasi Falak Hisab metode Kitab Nurul Anwar menggunakan MS Eexcell.

Hamsilia1.1 merupakan koreksi dari Muhammad Wasill dalam risalahnya "Ulasan Kitab Nurul Anwar, Khulashotul Wafiyah dan Badi'atul Mitsal".

sumber dari : (dengan perubahan sedikit terutama dalam contoh kasus perhitungannya)
*) Makalah untuk “Pelatihan Hisab” yang dilaksanakan di Balai Diklat Pandaan , pada tanggal 21 Juli 2010

**) Anggota Lajnah Falakiyah PCNU Kab. Pasuruan. Alamat: Jl. Raya Umbulan Km.1 Winongan Kidul Winongan Pasuruan Jawa Timur. Telp (0343)4920483 HP. 085815030215 e-mail : averuz83@yahoo.co.id






































































































































































































































































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar